no need to read.. just want to share..

gak butuh kalian baca..
saya cuma mau berbagi isi hati..






*LOVE*
.nyaznyuz.

me, myself and you!

Foto saya
Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
benci matahari dan ujan deras

Selasa, 30 Maret 2010

i'm just a kid and life is a nightmare!!

INSTANT-isasi dalam Mendidik Anak


Instant! Identik dengan cepat dan praktis. Segala sesuatu yang instant merupakan hal yang favorit sekarang ini. Mereka yang tidak mempunyai banyak waktu atau kepedulian yang tinggi akan suatu detail akan sangat menyukai hal-hal yang instant. Mi instan, ataupun makanan instant lainnya bahkan minuman instant dirasa menjadi pilihan terbaik para ibu-ibu rumah tangga yang tak punya lagi banyak waktu untuk sekedar membuatkan sarapan untuk anaknya. Mudah saja kan? Cukup dengan 3 menit sepiring mi instant atau bubur instant telah tersaji di depan anak-anak mereka. Cepat, praktis dan efisien (menurut mereka)
Tapi coba lihat gizinya? Meskipun digembor-gemborkan bergizi tinggi, kita semua rasanya juga tau kalo makanan dan minuman instant itu penuh dengan bahan-bahan pengawet yang bisa membahayakan tubuh. Tapi sekali lagi, kecepatan dan kepraktisan penyajian menjadi alasan bagi orang-orang yang rata-rata bersifat malas.
SERING orang tua bertanya, mengapa watak, kemampuan, dan perilaku anaknya yang sekarang sekolah di SMA "tiba-tiba" tampak berbeda dengan teman-teman lainnya, padahal ia mengalami masa kecil yang sama dengan teman-teman pada umumnya? "Bukankah anakku juga minum susu, makan nasi, daging, juga buah dan sayur, plus ice cream, bahkan multi vitamin?" Pertanyaan itu terus berlanjut. Mengapa anak tetanggaku jadi anak penurut sedang anakku sangat pemberang, anak tetanggaku selalu tersenyum sedang anakku selalu cemberut, anak tetanggaku bisa sangat bandel sedangkan anakku mudah menangis, anak tetanggaku bisa menyanyi dengan suara merdu sedang anakku bersuara sumbang, anak tetanggaku bisa pintar melukis sedang anakku suka mebuat grafiti di tembok rumah? Anak tetanggaku selalu menjadi juara kelas sementara anakku suka tawuran? Apakah ini karena takdir? Kalau begitu mengapa takdir baik selalu jatuh pada orang lain, sementara takdir jelek selalu pada diri saya?
Pertanyaan gugatan di atas mencerminkan, bahwa kita lebih suka melihat kepada hasil yang dicapai daripada proses. Kita sering tidak peduli pada proses karena maunya cepat jadi atau ingin instan, maka yang ditempuh adalah jalan pintas. Hasilnya adalah anak seolah-olah bisa; padahal yang terjadi adalah sesuatu yang semu, palsu dan lebih pada ambisi orang tua, bukan kebutuhan anak.
Kalo boleh saya bilang, dari semua golongan usia, anak-anaklah yang mengalami penderitaan paling besar. Penderitaan secara psikis.
Orangtua pada jaman sekarang ini rasanya kurang punya andil dalam tumbuh kembang anak. Sedari kecil, sang anak sudah mendapatkan"pelayan khusus" yang akan menangani semua kebutuhannya. Oke, mungkin memang semua kebutuhannya terpenuhi. Tapi kebutuhannya akan cinta dan kasih sayang orangtua itu nol besar! Dia lebih menjadi anak pembantu daripada anak anda. Cobalah berkata-kata padanya, rasanya dia akan lebih nurut sama pembantu daripada sama anda.
Lalu saat dia masuk sekolah. Gampang saja, pilih sekolah favorit, mahal tak apalah. Yang penting (setahu anda), anak anda akan jadi anak yang baik dan pintar. Padahal... gak semua anak yang bersekolah di sekolah yang bermutu tinggi tumbuh menjadi anak yang baik dan pintar, oke mungkin memang sekolahan seperti itu menunjang mereka untuk menjadi anak baik tapi semua lebih kepada individu masing-masing anak. Karena tidak pernah mendapat perhatian khusus dari anda, bisa saja dia menjadi anak yang nakal, yang tidak lebih itu hanyalah salah satu cara dia untuk mencari perhatian anda!
Setelah dia lulus, anda masih harus membebani mereka dengan "harus-masuk-sekolah-favorit (lagi)", padahal sebenarnya anda tidak tahu potensi anak anda seberapa. Tapi sekali lagi, orangtua biasanya hanya bisa memaksakan, mau praktisnya saja dan lebih meninggikan gengsi di masyarakat. Mereka akan dengan bangga menceritakan anaknya sekolah di sekolah A, tanpa tahu betapa tertekan anaknya saat mencoba menembus masuk sekolah itu. Sang anak harus dibunuh perlahan dengan ambisi orangtuanya sendiri.
Itu mungkin masih mending, bagaimana dengan anak dari keluarga miskin?
Mungkin dia tidak diharuskan masuk sekolah mahal, mereka masuk sekolah biasa saja. Tapi coba bayangkan... yang namanya sekolah itu (apalagi sekolah di Indonesia), dikit-dikit pasti duit. Adalah iuran ini, iuran itu, bayar buku ini, bayar buku itu.
Orangtua dari keluarga menengah ke bawah kadang kurang peduli dengan hal ini. Misalnya, minggu lalu anaknya udah minta uang buat beli buku. Eh minggu ini minta lagi. Orangtua lalu akan mengomel, "tiap minggu beli buku!", padahal rasanya dia juga tau kalo sekolah itu bukan hanya mengajarkan satu mata pelajaran tapi beberapa, dan itu juga yang membuatnya butuh beberapa buku dan biasanya disaat yang bersamaan (awal tahun ajaran), sang anak yang sebenernya udah mempunyai niat belajar tinggi jadi down seketika karena harapannya untuk dibelikan buku pupus sudah. Di sekolah lebih parah lagi, dia harus menanggung rasa malu karena mungkin dia sendiri yang tidak mampu membeli buku. Disaat pelajaran dia hanya bisa melongo melihat temannya menyimak buku itu, syukur2 ada yang mau berbagi buku itu di kelas. Ketika ada pekerjaan rumah dari buku itu lagi-lagi dia akan mempertaruhkan harga dirinya untuk meminjam buku itu dan mungkin harus menerima pertanyaan tidak enak tentang mengapa dia tidak beli buku, atau penolakan bahkan ejekan.
COBA KALIAN BAYANGKAN? Rasanya menjadi minoritas sewaktu masih kecil. Dia tidak bisa apa-apa, dia harus menanggung malu, dan orangtuanya bahkan tidak peduli. Jadi jangan salahkan jika akhirnya dia menjadi anak yang pemberang dan bodoh. JANGAN SALAHKAN!
Mereka hanya anak-anak. Semua rezeki yang mengalir dari Allah melalui kalian adalah rezeki mereka. Adilkah ketika anak mendoakan kalian sehabis sholat agar kalian selalu sehat, agar kalian lancar rezeki-nya dan dia bahkan masih harus merasakan penderitaan hidup karena keegoisan anda akan materi? Adilkah ketika anak anda sudah mencoba memberikan yang terbaik tetapi anda tidak pernah menilai usahanya, kalian semua hanya selalu melihat hasil akhirnya. Adilkah ketika dia hanya bisa mendapat amarah anda, padahal bahkan tak sekalipun anda meluangkan waktu untuk sekedar menemaninya belajar? Dan ADILKAH kata-kata "JANGAN DURHAKA PADA ORANGTUA" kalo kenyataannya kami cuma SUBJEK AMARAH, kami cuma dituntut menjadi baik, kami cuma dimarahi tanpa peduli pengorbanan apa yang telah kami berikan? Kami tidak pernah dihargai seperti yang kami mau, kami tidak pernah didengarkan karena kami masih kecil, kebahagiaan kami hancur karena keegoisan orangtua, mimpi-mimpi kami hilang karena ambisi orangtua.
Kami tidak boleh durhaka, tapi kenapa orangtua boleh durhaka kepada kami?

Note: seperti APAPUN anak anda! Sadarilah bahwa ITU SEMUA HASIL DIDIKAN ANDA! Bukan karena lingkungan. Jika diibaratkan mendidik anak adalah ujian sekolah, liat baik-baik pada anak anda, itulah "nilai" anda!



*courtesy of Tugas DKV 3*

Senin, 22 Maret 2010

NO ONE CAN LOVE YOU LIKE YOURSELF!

And yess, it's hard..
When we know that all that we want is can't be ours.
And yess, it's hard..
When we look the others can have it easily.
And yess, it's hard..
When they look like laughing us.
And yess, it's hard..
When we act like we don't want it too.
And yess, it's hard to realize that world is so hard to live!

Well, gak smua yg kta mau bs kita dapet. Everybody knows it.
Kita gampang buat blg itu ke org lain.
Tapi.. Ketika kita yg harus menerimanya?
That's so fvcking hard to accept. Rite?

Ketika kita udah berusaha begitu keras, tp justru org lain yg bs dapetin itu dgn mudah.

Ketika kita berkata2 begitu yakin, tapi justru kata2 org lain yg dianggep benar.

Oke... Rasanya seperti ditampar dalam mimpi.
Rasanya kayak dibangunin paksa kemudian diketawain.

Ketika kita dianggep lebih rendah.
Ketika semua pengorbanan terasa sampah.
Ketika kata2 yg terucap bagai asap yg larut di udara.
Ketika semua mata tertutup padahal kita ada.

Dan itu smua gak pernah mudah.

Just waste ur own tears!
Just hug urself!
Just love urself!
Just worth urself!

Hope it can ease the pain.. Maybe! :)

*for all unlucky person in this world, for all minority..
I'm with you...

Sabtu, 20 Maret 2010

O r d i n a r y ?

Aku bukan org hebat..
Yang bs menahan amarahnya tiap saat.
Aku bukan org hebat..
Yang bs menahan tangisnya ketika disakiti.
Aku bukan org hebat..
Yang bs tetap tegar berdiri setelah dihancurkan.
Aku bukan org hebat..
Yang bs tetap tersenyum pdhl sakit hati.
Aku bukan org hebat..
Yang bs melakukan smuanya sendirian.
Aku bukan org hebat..
Yang bs slalu bersabar menunggu sepanjang waktu.
Aku bukan org hebat..
Yang bs memberontak saat diperlakukan tdk adil.
Aku bukan org hebat..
Yang bs berkuping tebal saat mendengar hal tdk menyenangkan.
Aku bukan org hebat..
Yang bs melewati satu hari tanpa mengeluh.

Aku hanya manusia.
Aku kuat.
Aku rapuh.
Aku penuh airmata dalam hati.

Selasa, 16 Maret 2010

dear parents

Masyarakat menyebutnya mengasuh anak.
Kami menyebutnya kesedihan!


Dear parents,
Saya selalu aja merasa miris tiap kali liat berita tentang kekerasan anak.
(dan tai-nya, it happens more and more)

kenapa kalian tampak bahagia menukar senyuman mereka dengan kepuasan amarah di hati?
hey, they're just a KID!


Dear parents,
saya yakinnn 100% sesungguhnya kalian gak ada niat sekalipun buat nyakitin buah hati kalian (tadinya)
saya yakinnn dulu saat masih terjebak dalam asmara kalian sering bermimpi bersama tentang indahnya buah hati kalian,
bakalan dikasih nama apa, ntar kira2 mirip siapa, ntar mau disekolahin dimana, and more... and more..
tapi kenapa setelah kalian dianugerahi oleh Allah, kalian justru lupa bersyukur?
lupa semua janji kalian buat ngebahagiain mereka?


Dear parents,

mungkin kalian inget ketika pertama kali tangisnya memekakkan telinga, apa kalian marah? TIDAK! :)
tapi coba sekarang, saat kalian sedang sibuk dan anak anda sedang bermain dengan berisiknya,
apa kalian bisa menahan amarah saat itu? saya yakin hanya sedikit :)

mungkin kalian inget ketika pertama kali dia terjatuh karena belajar berjalan, apa kalian marah? TENTU TIDAK! :)
tapi coba sekarang ketika anak anda menabrakkan mobil yang dipinjam tanpa ijin, SEMARAH APA ANDA?

mungkin kalian inget seberapa senangnya anda ketika dia baru saja lahir,
kalian rela menghabiskan uang berapapun demi kelayakan hidup bayi anda..
tapi coba sekarang, ketika uang anda berlebih dan masih selalu mengeluh karena anak anda selalu saja meminta uang untuk ini itu,
walau rasanya enteng saja ketika uang ratusan ribu melayang demi sepotong gaun malam yang cantik.


Dear parents,

kalau dulu anda menjaganya begitu baik, hingga tak seekorpun nyamuk boleh mendekat.
anda selalu coba menenangkan setiap tangis lapar dan ngantuknya.
dan sekarang ketika anak anda menangis karena cinta picisannya,
anda hanya bisa mencibir.. "masih kecil cinta-cintaan!"
hey... dia butuh dukungan moral dr anda, BUKANNYA DIPERSALAHKAN!!

kalau dulu anda selalu bicara dengannya dengan nada rendah dan tenang,
dan sekarang anda mulai berteriak dan membentak ketika dia melakukan kesalahan.
hey... satu bentakan saja dari anda, itu bisa membuatnya menjauh dari anda dan cenderung egosentris.
dia tidak akan lagi mau bermanja-manja seperti dulu, menceritakan semuanya seperti dulu,
menemani anda dirumah sepanjang hari seperti dulu.. sebisa mungkin dia ingin jauh dr anda.
karena memang tak seorangpun senang dibentak, dan sekali lagi mereka hanya anak-anak!!

Dear parents,
betapa besar keinginan kalian untuk membahagiakannya ketika dia masih di dalam kandungan.
tapi coba sekarang, ketika dia telah tumbuh begitu kompleks, hanya amarah satu-satunya jalan untuk meredam kenakalan mereka.

Mereka hanya ingin dimengerti.
Mereka hanya ingin didengarkan.
Mereka hanya ingin dihargai.
Mereka hanya ingin dianggap ada, bukan dianggap remeh.


*fine, saya emang belum pernah jadi orangtua,
itulah kenapa saya selalu mencari jawaban atas ini.
dan sebisa mungkin saya mencoba membentengi diri saya agar nantinya tidak jadi orangtua yang manis di awal saja.

Selasa, 09 Maret 2010

365 days of HAPPINESS! and yess I want more.

beberapa waktu yang lalu, saya lagi ngeliat2 blognya upi.
itu tuh.. upi yang pacarnya VINO G BASTIAN! -_-
dan ada satu artikel di blog itu yang menarik perhatian kami.
judulnya "perfeksionis Retarded"



oke.. tadinya slama ini saya pikir saya ini seorang yang perfeksionis.
saya selalu pengen sgala sesuatu yang saya kerjain hasilnya bagus,
kadang terkesan kayak saya ngoyo.
tapi ternyataaaaaaaaaa... setelah ngebaca blog itu,
saya jadi tau kalo saya bukan perfectonist! :)
*oke, mungkin saya juga perfeksionis, tp dikiiit*

entah apa namanya, mungkin saya ambisius :(
saya selalu terlalu bersemangat ngerjain hal2 yang saya suka.
*fyi, dulu waktu smp, saya maleminggu bukannya maen atau minimal nonton tv,
tapi saya bikin pe-er, hehehe, karena dulu saya rajin belajar -banget- :)

uhmm oke.. balik ke masalah perfeksionis tadi.

Perfeksionis, dalam kamus psikologi,
adalah sebuah kepercayaan bahwa sesuatu yang sempurna itu dapat dan harus bisa dicapai.
In its pathological form, perfeksionis adalah kepercayaan bahwa hasil kerja,
jika jauh dari sempurna, adalah sebuah hal yang tidak bisa diterima
.
Perfeksionis tidak bisa menerima sedikit saja kesalahan atau kekurangan,
meskipun mungkin untuk orang lain itu adalah hal yang biasa.
Perfeksionis sering memaksa dirinya untuk bekerja diluar batas kemampuannya.
Perfeksionis membuat orang memiliki perhatian berlebih terhadap suatu detil!
Hingga membuatnya menjadi obesesif kompulsif, sensitif, dan khawatir yang berlebihan.
Perfeksionis suka menunda-nunda pekerjaan,
karena obsesinya yang berlebihan pada kesempurnaan.


saya blm gitu ngeh waktu ngebaca definisi2 itu, tapi setelah ngebaca contoh2 yang
dikasi upi (she's perfeksionis too), pacar saya langsung pucet..
dan saya ketawa-tawa.. hahaha, itu DIA BANGET!!
ternyata pacar saya seorang perfeksionis :)

saya gak sok asik atau apa ya..
buat kalian yang iri sama kegiatan percintaan kami.
hmm.. perjalanan cinta kami ga semanis keliatannya diluar koq.
brantem2 kecil pasti ada.. dan salah satu penyebabnya adalah..

dia yang perfeksionis dan saya yang ambisius itu.

:D

saya kasih contoh dari kejadian kami sehari-hari nih ya..
jadi waktu itu... saya kan lagi pengen beli sendal jepit,
trus saya bilang ke dia dan dia janji mau nemenin.
sbg seorang yang ambisius, hmm KALO MEMUNGKINKAN pun,
tepat setelah saya bilang pengen beli sendal mungkin saya akan langsung BELII saat itu juga.
tapiiiiiiiiii... it's a big NO buat seorang perfeksionis.
buat dia.. dia harus nemuin hari yang pas, tempat yang pas, harga yang pas, model yang pas..
(baca: perfect) versi dia.
jadi.. akhirnya saya harus nunggu :(

minggu pertama, dia ngajak saya ke toko langganannya, dann GAK ADA YANG BAGUS RUPANYA!
hmm... agak ndongkol, tapi gapapalah :)
minggu kedua dia ngajak saya balik lagi kesana, and the result is same.
hmm... tambah ndongkol, takut uang udah kepake buat jajan, dll
minggu ketiga, teteeeeeep balik ke toko kmrn dan tetep GAK ADA :)
akhirnya nyari di Indigo, trus ke District, trus ke Above, trus smpt liat2 di Simple,
dann teteepp ga jadi beliiii!! :( *bahkan hari itu saya smpt bolakbalik tembalang-undip bwh 2x!
hmm... mulai hopeless (sempet mikir gajadi beli aja apa ya?)
saya agak lupa gimana kisah pencarian saya ini berakhir.. pokoknya dia udah mulai kasian
ngeliat tampang hopeless dan capek saya.. akhirnya DAPET JUGA TUH SENDAL!!
hmm... mau ga mau ngakuinn, gapapa deh nunggu, akhirnya dapet barang baguss.
(walau saya bukan orang yang seneng nunggu. hehe)

kebayang gak apa penyebab brantem2 kecil kita?
yang kayak gini iniiiiii... sering gak sepaham
saya gampang pengen ini itu dan pengen cepet2 kesampeann..
sedangkan dia, dia mungkin jg pengen ini ituu tapi dia ga se-ngoyo saya,
dia butuh PERFECT versi dia buat ngewujudin apa yang dia pengen.
hmm........

but, thx GOD.
karena pribadi kita yang berbeda (hampir 180 derajat. hehe)
itu ngebuat saya belajar sabar..
istilahnya dia kayak rem buat saya yang suka pengen ini itu dan boros banget. :)
dan mungkin saya kayak gas buat dia yang kadang sukaaaaa banget berlama2. huhu.


yeahh.. apapun itu, kayak gimanapun ngeselinnya dia (rawr)
saya tau dia cuma sayang saya, dan sebaliknya! :)
*bdw, thx buat kado vals-nya. ga akan bs lupa smp mati,

KADO TERHEBAT yang pnh aku dapett!!

*

hmm, ngutip lagunya Taylor Swift..
He is sensible and so incredible,
And all my single friends are jealous,
He says everything I need to hear and it's like..
I couldn't ask for anything better,
He opens up my door and I get into his car,
And he says you look beautiful tonight!
And I feel perfectly fine.


dia itu SEMPURNA versi saya :)

great thanks to everyone, every place, every moment..
-makasi buat ALLAH yang akhirnya bener2 ngasi yang TERBAIK!
-makasi buat reuni SD yg bikin kita ketemu.
-makasi buat Momon yg bikin pdkt lancar.
-makasi buat Tyok sama Pandu yang selalu ngebolehin kita numpang pacaran dirumahnya dulu.. :p
-makasi buat Papiman yang slalu jadi tempat nongkrong paling asoy!
-makasi buat smua "fvcking ex" kita,
buat smua tangis, luka dan airmata hingga takdir yg membawa saya dan dia ke satu jalan! :)
*cobaaaaa dulu kalian baek, hahaha, mungkin aku ga akan pernah ketemu SURGA kecilku!*
go happy in hell you all!! :p
-makasi buat FACEBOOK dan telv murah im3 dipagi hari.. :)
-makasi buat Ibu, yang entah kenapa slalu ngebuat kita kuat nglewatin setiap jembatan masalah. we LOVE you so!!

love you always Wahyu Wicaksono :)
*ur name had written on my heart too*

*see..?
kita bisa nyatuin dua sifat yg berbeda kan? :)
that's called a trully LOVE!!


and

HAPPY FIRST ANNIVERSARY

yah sayaaaaaaaaaangg! :)
080309-080310
x.o.x.o

Rabu, 03 Maret 2010

a supermom!

05 Maret 2009
pagi itu..
gatau kenapa tiba2 kebangun pagi buta.
liat hape dan terkejut saat membaca sebuah sms yang telah dikirim 3jam-an yang lalu.
hmm,unbelievable banget.
refleks langsung aku tlvn balik..
agak aneh nlvn cowok yang br aja deket sama aku di pagi buta gtu.
and well, I have to do this.
Bla bla bla.. Lalu dia cerita semuanya....
deg.. aku diem beberapa saat.
aku sumpah gatau kata2 apa yang harus aku keluarin saat itu.
speechless..!!
rasanya pengen ikutan nangis, tapi.. emang aku siapa?
pasti aneh kalo aku beneran nangis waktu itu.
tapi sungguhpun, aku seperti ingin menjerit.

Tuhan, kenapa kau ambil beliau begitu cepat?


Bahkan aku belum sempat untuk sekedar memberitahunya namaku dan mencium tangannya.
T.T


setahun berlalu...
aku tau gaada..

gaada yang akan bisa gantiin Ibu.
gaada yang akan bisa gantiin cinta Ibu yang begitu hebat.



walau mungkin aku bahkan ga sempet kenal sm Ibu.
tapi rasanya cinta Ibu juga merasuk ke hatiku.
aku seperti tau rasanya menjadi beliau.
aku seperti diingatkan untuk selalu sabar dan tegar.

Ibu...
Semoga Ibu bahagia di Surga.
Aku disini akan coba meneruskan cinta Ibu.
Meneruskan menjaga Wahyu-mu :)
*big love and respect*



ps: mungkin menjaga mereka juga

Pengikut